Agun Gunandjar Sudarsa

Untuk DPR Bersih dan Indonesia Lebih Baik
Total votes: 346
Wednesday, September 4, 2013

Pemekaran Daerah Sesuai Desertada

Diposting oleh: 
Editor

JAKARTA (Suara Karya): DPR berencana akan membahas puluhan daerah otonom baru (DOB). Jumlah daerah baru tersebut menyebar di seluruh Indonesia, yang paling banyak ada di Papua. Hal ini merupakan sebagai bagian desain besar penataan daerah (Desertada) sampai 2025. “Ada 60 sampai 70 daerah baru yang akan kami bahas,” ujar Ketua Komisi II Agun Gunanjar Sudarsa di Kompleks Parlemen kemarin.

Agun menjelaskan, rencana pembahasan tersebut tidak berlawanan dengan moratorium pemekaran yang diterapkan pemerintah. Sebab, menurut dia, moratorium dipahami dalam konsep pemekaran daerah dilakukan sesuai dengan waktu-waktu yang direncanakan.

Dikatakannya bahwa sesuai Desertada sampai 2025, pemekaran di Papua bisa mencapai 7 provinsi dan 49 kabupaten/kota di Papua dan Papua Barat. “(Pembahasan) ini supaya Desertada dari Kemendagri jalan. Kan Kemendagri sudah menyiapkan desainnya,” kata politikus Partai Golkar itu.

Rencananya, pembahasan DOB tersebut dilakukan hingga DPR periode 2009-2014 berakhir masa tugasnya.”Bagaimana hasil perkembangannya, nanti kita lihat dalam pembahasan di sini,” tutur Agun sembari menunjuk ruang rapat Komisi II DPR.

Agun mengungkapkan, saat ini jumlah usul pemekaran daerah yang masuk ke Komisi II DPR mencapai 100 daerah. Namun, banyak di antara usul itu yang baru sebatas persyaratan administratif.

Pemerintah saat ini masih sedang menjalani moratorium pemekaran. Selain itu, yang menjadi prioritas adalah penyelesaian RUU Pemerintahan Daerah (Pemda). Sebab, dalam UU Pemda yang baru, akan diatur penataan daerah otonom beserta syarat-syaratnya, termasuk di wilayah Papua.

Menurut Dirjen Otonomi Daerah Djohermansyah Djohan dalam kesempatan terpisah, pembentukan DOB memerlukan daerah persiapan. Masa persiapan tersebut bisa dalam rentang waktu tiga hingga lima tahun. “Tidak bisa ujug-ujug,” katanya. (Rully)

Sumber : http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=333771

Skip Comments

Add new comment

Back to Top