Agun Gunandjar Sudarsa

Untuk DPR Bersih dan Indonesia Lebih Baik
You voted 3. Total votes: 281
Sunday, August 17, 2014

Pansus Pilpres Sebagai Proses Pendidikan Politik Bangsa

Diposting oleh: 
Editor

Pasca Komisi II DPR RI menerima delegasi pendukung Capres-Cawapres Nomor Urut satu beberapa waktu lalu, yang menyampaikan aspirasi agar DPR RI membentuk Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) untuk mengevaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan Pilpres 2014, Ketua Komisi II DPR Agun Gunandjar Sudarsa menyatakan, sampai saat ini (Kamis 14/08/2014) belum ada komunikasi diantara fraksi-fraksi terkait aspirasi tersebut. (baca : Gerakan Politik Apapun Harus Demi Tegaknya Demokrasi Bermartabat http://www.kangagun.com/konten/397/gerakan-politik-apapun-harus-demi-tegaknya-demokrasi-bermartabat)

Namun demikian, sesuai dengan semangat membangun demokrasi yang terhormat dan bermartabat, aspirasi pembentukan Pansus menurut Agun merupakan suatu keniscayaan. "Saya berpikir DPR mau membangun budaya yang bermartabat, kita tidak mau (Pansus Pilpres) dikatakan penzaliman," tegasnya.

Terlebih, menurut Agun Pansus dibutuhkan untuk menjawab permasalahan Pilpres yang tidak bisa dijawab melalui jalur hukum yakni proses di Mahkamah Konstitusi (MK). "Problem utamanya adalah buat kita semua, supaya sejumlah hal yang masih mengganjal seperti itu (temuan-temuan kecurangan) harus segera diselesaikan," jelasnya.

Karena menurut Agun, maksud dan tujuan Pansus adalah untuk perbaikan ke depan, kalau ada yang kurang tentu harus menjadi perhatian bersama semua elemen bangsa. “Karena dalam demokrasi ada bagian yang disebut sebagai proses pendidikan politik bangsa, sebagai upaya menuju kualitas demokrasi yang lebih baik” tegasnya.

Agun menambahkan, aspirasi Pansus Pilpres ini tidak perlu lagi dihebohkan, karena pada Pilpres 2009 pernah dibentuk Pansus serupa, yaitu sewaktu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono dinyatakan menang dalam Pilpres 2009, namun hal tersebut digugat ke MK.

Meskipun hasil akhir gugatan tetap dimenangkan oleh SBY-Boediono, tetapi karena aspirasi masyarakat yang masih curiga dengan dugaan praktik kecurangan, maka Pansus Pilpres pun tetap dibentuk.

"Makannya saya menggagas Pansus Pilpres jilid II, kalau waktu itu (2009) jilid pertama Pansus (tentang) DPT, kalau Pansus yang sekarang itu rekapitulasi suara, proses audit, soal pendanaannya, soal sistem IT nya, meng-upload-nya (formulir C1) terukur tidak," ujar Agun.

Agun pun menggaris bawahi, bahwa motivasi DPR dalam Pansus Pilpres nanti adalah untuk men-clear-kan dugaan kecurangan dalam pelaksaan Pilpres 2014, agar siapapun nanti akhirnya yang ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih, benar-benar mendapatkan legitimasi politik yang kuat dari seluruh rakyat Indonesia. "Kan kasihan kalau lima tahun memimpin, (tapi) ada persoalan yang belum dituntaskan," ujar Agun.

Skip Comments

Add new comment

Back to Top