Agun Gunandjar Sudarsa

Untuk DPR Bersih dan Indonesia Lebih Baik
Total votes: 389
Sunday, November 30, 2014

Tidak Ada Janji ARB Yang Terealisir

Diposting oleh: 
Editor

Jangan terlalu mudah percaya mendengarkan pidato ARB, karena sesungguhnya adalah pemutarbalikan fakta semata , karena tidak ada proses yang demokratis, yang ada adalah pemaksaan kepentingan sepihak.

Sidang Komisi A (yang membahas tentang organisasi) pada Rapimnas di Jogja lalu, diputuskan secara sepihak, diketok dalam posisi banyak peserta memprotes dengan posisi berdiri, dan pimpinan sidang tidak meminta persetujuan lebih dahulu kepada peserta sidang, saat itu yang terjadi adalah keributan yang hampir chaos.

Begitu pula dalam rapat pleno DPP tanggal 24 dan 25 November 2014 dengan agenda persiapan Munas, ARB tidak dapat menyelenggarakan sampai tuntas, akhirnya berlanjut dengan dua versi yaitu:

Pertama, versi yang dilanjutkan oleh Theo Sambuaga yang dalam waktu sekitar 3 menit membuka rapat, membaca yang dianggapnya keputusan rapat dan mengetok memutuskan Munas tanggal 30 November 2014 di Bali lalu langsung menututp rapat. Itu semua dilakukan sepihak tanpa meminta persetujuan pengurus DPP sebagai peserta rapat pleno yang memegang kedaulatan tertinggi karena bersifat kolektif (pasal 19 Anggran Dasar).

Kedua, versi yang dilanjutkan oleh Agung Laksono, setelah Theo sepihak memutus rapat, para peserta rapat yang masih bertahan mendesak rapat dilanjutkan oleh Agung sebagai Waketum, yang akhirnya rapat pleno memutuskan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan ARB dan menonaktifkannya  sebagai Ketum, yang sekaligus pada saat yang sama membentuk Tim Penyelamat Partai Golkar sebagai badan eksekutif pelaksana tugas DPP.

Kepada seluruh Peserta Munas di Bali, saya ingatkan, mana janji ARB tentang realisasi KTA (kartu tanda anggota) berasuransi? kenyataannya pihak Asuransi tidak mau bayar, karena uang premi yang dibayarkan oleh masing-masing anggota/pengurus/anggota DPR tidak disetorkan ke pihak Asuransi, sehingga menjadi beban tanggungan bagi masing-masing anggota/pengurus/anggota DPR.

Kepada seluruh Peserta Munas di Bali, saya ingatkan, mana janji ARB tentang realisasi bantuan rutin untuk DPD I/II? mana janji dana abadi 1Trilyun untuk Kelangsungan hidup Partai? mana Gedung berlantai-lantai untuk DPP? mana bantuan untuk sukses Pileg 2014? Itu semua tak ada yang terealisir.

Dengan mengundan dan mengajak para bakal Caketum untuk hadir dalam berlomba dalam Munas di Bali adalah sangat tidak masuk akal. Karena segalanya tentang Munas sudah diatur (skenario) tanpa di rapatkan lebih dahulu (tidak transparan).

Penyelenggaranya, Pimpinan sidangnya, materinya, tata tertibnya, semua penuh rekayasa, karena diputus secara sepihak, tidak demokratis dengan menambrak prosedur tata cara pengambilan keputusan (BAB XV Pasal 35 AD).

Kepada seluruh DPD I/II, inilah saatnya untuk jujur dan berani menyelamatkan partai dari oligarki yang penuh tekanan dan ancaman. Inilah saatnya untuk menjadi pejuang bukan pecundang  ketika demokrasi yang menjadi soliditas bersama di injak-injak.

Gunakanlah kesempatan baik ini untuk menjadi kader Partai Golkar yang Demokratis, Mandiri, Kerakyatan, Modern dan Pembaruan sesuai Paradigma Baru PG.

Salam Hormat, Agun Gunandjar Sudarsa.

Skip Comments

Add new comment

Back to Top