Agun Gunandjar Sudarsa

Untuk DPR Bersih dan Indonesia Lebih Baik
Total votes: 322
Thursday, December 4, 2014

Saya Pejuang, Bukan Pecundang

Diposting oleh: 
Editor
  1. Selamat sore jelang maghrib, ijin saya share ttg keyakinan dan harapan saya ttg PG hari ini dan ke depannya
  2. Allah SWT tidak akan membiarkan hambanya sekedar mengatakan “kami telah beriman” tanpa di uji terlebih dahulu
  3. Dan Allah SWT akan menguji setiap hambanya dengan rasa takut, rasa lapar, kekurangan harta dan lainnya agar terpilih hamba-hamba terbaik
  4. Dalam konteks itulah saya melakukan perjuangan melawanan praktik otoriter dan oligarki di tubuh Partai Golkar (PG) saat ini
  5. Jangalah hanya karena tekanan dan ancaman membuat kita manusia merdeka jadi penakut dalam memperjuangkan yg menjadi hak-hak kita
  6. Janganlah hanya karena terkait jabatan/kedudukan akan digeser/dipecat membuat kita manusia beriman jadi penakut berkata yg benar adalah benar & yang salah adalah salah
  7. Pejuang tidak pernah takut di kucilkan karena pejuang adalah pemberani, demi sebuah kebenaran, melawan otoriter dan oligarki
  8. Yang dibutuhkan saat ini di internal PG adalah keberanian dan kejujuran terhadap hati kita sendiri dalam melihat fakta kondisi PG saat ini
  9. Bagi saya politik adalah ibadah, bagaimana segala kekuasaan & kewenangan yg diamanahkan, bisa saya pertanggung jawabkan kepada Allah SWT
  10. Bagi saya politik adalah pengabdian, bagaimana segala kemampuan dan pengetahuan yg dimiliki, bisa bermanfaat untuk bangsa dan negara
  11. Itulah artinya politik bukan tujuan apalagi pekerjaan, tapi politik sebagai ibadah dan pengabdian
  12. Jabatan/kedudukan dalam politik hanyalah titipan, bisa datang dan pergi kapan saja
  13. Bagaimana kita berprilaku dan bersikap saat mengemban amanah jabatan/kedudukan, itulah yang berarti dalam hidup
  14. saya tidak mau dalam berpolitik tercatat sebagai pengurus dan kader PG yg berdiam diri, takut, melihat praktik otoriter dan oligarki di tubuh PG saat ini
  15. saya tidak mau dalam perjalanan ibadah berpolitik tercatat sebagai seorang pecundang , bukan pejuang
  16. Bagaimana saya bisa bicara kepada masyarakat, jika mereka berkata “Bapak tidak perlu ceramah ttg Demokrasi & 4pilar, apa yg sudah bapak perbuat di partai sendiri?”
  17. ini bukan soal menang-kalah, tapi soal prinsip, berjuang melawan otoriter dan oligarki di tubuh PG saat ini
  18. karena hanya dengan PG yg demokratis akan lahir pemimpin-pemimpin yg merupakan orang-orang terbaik dari PG unt Indonesia
  19. Karena dengan PG yg otoriter & oligarkis hanya akan melahirkan pemimpin2 yg merupakan orang2  transaksional & nepotisme dari PG unt kepentingan pribadi/kelompoknya
  20. Itulah bibit KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme), penyakit orde baru, terulang kembali dan melekat ke tubuh PG saat ini
  21. Apakah PG belum cukup belajar & berkorban saat reformasi 1998 saat memperjuangkan demokrasi & melepaskan diri dari konotasi orde baru yg otoriter& militeristik?
  22. Tanyakan pada hati dan diri kita masing-masing, seperti apa kita akan dikenang oleh anak-cucu dalam sejarah perjalanan PG
  23. Karena kader PG masa depan ditentukan oleh pendidikan politik yg diberikan oleh kita kader PG masa kini. Saya pejuang, bukan pecundang
  24. Demikian pendapat sy ttg PG saat ini dan ke depannya, kritik dan saran sy terima. Salam hormat, AGS.

sumber : twit @kangagun 4 Desember 2014

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Skip Comments

Add new comment

Back to Top